Cangkerik di Indonesia

Posted by on November 26, 2014 in Uncategorized | 0 comments

Cangkerik di Indonesia

Usaha budidaya cangkerik atau jangkrik di Indonesia sangat didukung oleh iklim dan cuaca, serta ketersediaan lahan ataupun jenis jangkrik yang ada di sekitar kita. Usaha budidaya tersebut dilakukan untuk menghindari kelangkaan dan kepunahan akibat perburuan yang intensif dan habutat jangkrik yang semakin terdesak oleh modernisasi atau perluasan daerah perkotaan serta dampak penggunaan pertisida. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan jangkrik sebagai pakan hewan piaraan, maka sudah saatnya serangga tersebut dibudidayakan secara lebih intensif.

Menurut Paimin et al, jangkrik-jangkrik yang hidup fan berkembang biak di Indonesia sebanyak sekitar 123 jenis, dan belum diketahui dengan pasti asal usul bangsanya, karena belum terklarifikasi dengan baik dan juga ada jenis jangkrik yang hanya dinamai dengan nama daerahnya. Jangkrik jawa gryllus bimaculatus  atau kalung karena pangkal sayap luarnya bergaris kuning meyerupai kalung, memiliki panjang tubuh sekitar 2-3 cm, warna tubuh bervariasi tetapi pada umunya berwarna coklat kehitaman dan hitam. Ras yang mempunyai sayap dan tubuhnya berwarna kuning kemerahan-merahan disebut jerabang dan yang hitam legam disebut jeliteng, yang memiliki ukuran hingga mencapai 5 cm. Jenis Gryluus bimaulatus pada umumnya dimnafaatkan untuk pakan burung, ikan dan aduan karena memiliki agresivitas dan suara yang nyaring

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *