Perkembangan Semut

Posted by on January 21, 2014 in Uncategorized | 0 comments

Perkembangan Semut

Kehidupan semut dimulai dari sebuah telur. Setelah proses pembuahan semut yang ditetaskan berupa semut betina ( diploid ) atau jantan ( haploid ). Semut tumbuh melalui metamorfosa yang lengkap dimulai dari tahap larva dan pupa sebelum menjadi dewasa, sehingga disebut homometabolism. Tahap larva adalah tahap yang sangat rentan karena larva semut tidak memiliki kaki dan tidak dapat menjaga diri sendiri.

Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa hari pertama mereka dengan merawat ratu dan semut muda. Setelah itu meningkat menjadi menggali dan pekerjaan sarang lainnya lalu mencari makan dan mempertahankan sarang. Perubahan tugas tersebut bisa terjadi secara mendadak dan disebut kasta sementara. Mengapa seperti itu karena suatu teory menyatakan mencari makan memiliki resiko kematian yang tinggi, sehiungga semut hanya berpartisipasi jika mereka sudah cukup tua dan lebih dekat dengan kematian.

Pada beberapa spesies semut terdapat kasta fisik yaitu pekerja yang memiliki ukuran tubuh yang  berbeda-beda yang biasa disebut pekerja minor, median, dan major. Umumnya semut yang besar memiliki kepala yang tidak proposional dan correspondingly rahang  yang kuat. Semut tersebut sering juga disebut dengan semut “tentara” karena rahang yang kuat membuat mereka lebih efektik ketika digunakan untuk bertarung dengan makhluk lainnya, namum mereka tetaplah semut pekerja dengan tugas yang tidak jauh berbeda dengan pekerja minor dan median. Namun beberapa spesies semut tidak memiliki pekerja median, sehingga membuat pemisahan tugas dan perbedaan fisik yang jelas antara pekerja minor dan major.

Perbedaan antara semut ratu dan pekerja yang sama-sama betina dan antara kasta pekerja jika ada ditentukan pada saat pemberian makan saat masih menjadi larva. Makanan yang diberikan kepada larva disebut dengan proses trophallaxis dimana seekor semut regurgitates  makanan yang sebelumnya disimpan dalam crop for communal storage. Hal ini juga merupakan cara yang digunakan semut dewasa dalam mendistribusikan makanan pada semut dewasa lainnya. Larva dan pupa harus disimpan pada suhu yang cukup konstan untuk memastikan mereka tumbuh dengan baik sehingga sering dipindahkan ke berbagai brood chambers dalam koloni.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *