Semut di dalam kebudayaan Manusia

Posted by on January 18, 2014 in Uncategorized | 0 comments

Semut di dalam kebudayaan Manusia

Semut di dalam kebudayaan Manusia antara lain :

Islam

Pada hadist riwayat Abu Hurairah, Muhammad bersabda bahwa ” Ada seekor semut pernah mengigit salah seorang Nabi, Nabi tersebut lalu memerintahkan umatnya untuk mendatangi sarang semut kemudian membakarnya, Tetapi Allah kemudian menurunkan wahyu kepadanya : Apakah haya karena seekor semut mengigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih”. Karena hal itu umat muslim diperintahkan agar tidak membunuh semut.

Kristen

Amsal 6:6-11, ” Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya dan penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebntar lagi untuk tinggal berbaring”- maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kakurangan seperti yang tidak bersenjata. “

Dalam kitab bagian Perjanjian Lama yaitu Kitab Amsal tersebut, umat Kristen diajarkan agarĀ  mencontoh semut dalam hal etos kerja dan ketaatan kepada pemimpin, kepekaan terhadap sekitar, ketekunan dalam mngatasi rintangan, dan dalam hal kebersamaan. Hal ini tentu merupakan suatu hal yang baik untuk pengentasan kemiskinan, tapi juga bagus dalam budaya gotong royong yang belakangan ini mulai lenyap dengan sikap individualis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *