Tikus Sawah

Posted by on February 5, 2014 in Uncategorized | 0 comments

Tikus Sawah

Tikus sawah atau Rattus argentiventer merupakan hama penting pada tanaman padi. Serangan tikus di sawah sudah dimulai sejak benih disemai di pesemaian. Pada saat itu tikus memakan biji-biji yang sedang berkecambah, akibatnya petani terpaksa menyemai ulang. Serangan kedua terjadi pada saat tanaman padi dalam fase anakan (vegetatif) dimana tikus mengerat anakan pada bagian pangkalnya untuk memanakn bagian dalam (titik tumbuh). Serangan ketiga terjadi pada fase generatis yaitu saat pembentukan anakan sudah berhenti dan dimulainya pembentukan bakal biji sampai panen.

Umumnya tikus menyerang padi pada malam hari, sedangkan siang hari tikus akan bersmebunyi di dalam lubang pada tanggul irigasi, jalan sawah, dan sebagainya.

Hewan pengerat ini sangat menyukai persawahan, ladang dan juga padang rumput, dan tempat dimana tikus dapat memperoleh makanan kesukaanya berupa bulir padi, jagung atau rumput. Tikus biasa membuat sarang di lubang-lubang tanah, di bawah batu, atau di dalam sisa-sisa kayu.

Tikus sawah sebagai hewan pengerat (rodent) sering merusak tanaman padi dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan makanannya. Hal itu dikarenakan tkus perlu “mengasah” gigi serinya yang selalu tumbuh agar senantiasa dalam ukuran yang pas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *