Jasa Fumigasi Jakarta

Posted by on June 8, 2019 in fumigasi | 0 comments

Jasa Fumigasi Jakarta

Jasa Fumigasi Jakarta – Telp 021 8490 1494 – Fumigasi merupakan salah satu metode untuk mengendalikan hama dengan memanfaatkan gas fumigan. Seperti yang kalian tahu, bahwa hama yang jumlahnya banyak bisa merugikan dan sangat menjengkelkan keberadaannya. Maka dari itu, berbagai cara telah banyak orang lakukan untuk membasmi keberadaan hama dan salah satunya ialah dengan menerapkan cara fumigasi.

fumigasi jakarta

Fumigasi ialah proses pembasmian hama yang bersarang di suatu tempat yang pastinya keberadaanya sangat mengganggu dengan cara menyemprotkan gas ataupun asap yang mengandung senyawa bahan kimia guna membasmi atau mengendalikan keberadaan hama pengganggu tersebut. Adapun bahan kimia yang biasa dipakai dinamakan fumigant. Fumigan ini sangat penting peranannya untuk mengendalikan serta membasmi serangan hama.

Jenis Fumigan yang Biasa Dipakai

Untuk penyebaran serta penggunaan fumigan tergantung pada lokasi tertentu sebab perbedaan properti serta sifat yang terkandung dari gas tersebut. Adapun jenis fumigan yang biasa dipakai Pestco, jasa fumigasi di Jakarta, pada umumnya ialah Gas Fosfin dan Metil Bromida. Adapun penjelasan dari kedua jenis fumigan ini ialah:

  1. Gas Fosfin yang berupa Magnesium fosfida serta Alumunium Fosfida merupakan jenis fumigan yang umumnya dipakai untuk mengontrol serangga yang ada di produk pangan. Selain mengobati segala jenis biji-bijian, tepung, serea yang tercemar oleh hama, gas ini juga merupakan salah satu jenis fumigan yang lebih banyak diminati guna membasmi serangga yang ada di penyimpanan daun tembakau misalnya serangga rokok atau disebut dengan Lasioderma serricorne.
  2. Metil Bromida adalah jenis fumigan yang juga banyak dipakai oleh petugas fumigasi untuk membasmi serangga. Adapun sifat dari gas ini yaitu cepat membunuh serangga karena penetrasi yang mendalam. Dengan sifat yang dimiliki, gas ini dijadikan pilihan utama jika dibandingkan dengan fumigan yang lainnya. Selain lebih cepat membasmi, fumigan ini juga sangat efektif dan ekonomis. Dalam keadaan murni, gas ini tidak memiliki warna, bau dan rasa. Tak hanya itu, gas ini juga tak mudah terbakar. Namun, jumlahnya terbatas saat dikarantina.

Jenis Fumigasi Yang Umum Dilakukakan

Fumigasi juga memiliki beberapa jenis yang biasa dilakukan oleh para petugas fumigasi, antara lain yaitu:

  • Fumigasi untuk perawatan dokumen, arsip ataupun benda purbakala (benda yang berharga dan perlu dilestarikan).

Fumigasi perlu dilakukan supaya produk bisa bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang sehingga nilai pada produk tersebut bisa stabil ataupun meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini karena produk tersebut punya arti penting. Umumnya fumigasi jenis ini memakai fumigan yang telah terdaftar sehingga aman untuk aplikator dan lingkungan. Adapun contoh fumigan antara lain, Phospin, Methyl Bromide, Ethyl Formate, atau Sulphur Flouride dengan dosis yang tentunya sesuai dengan aturan.

  • Fumigasi untuk hasil pertanian.

Kami juga melayani fumigasi untuk merawat hasil pertanian misalnya palawija dan jenis lainnya supaya produk tersebut bisa bertahan lama dan mempertahankan jumlah atau volume dari produk tersebut. Hal ini karena hama pengganggu yang mungkin akan ada pada produk tersebut bisa tereliminasi. Jika hama pengganggu bisa teratasi maka nilai jual produk juga bisa naik. Adapun pilihan bahan fumigan yang dapat dipakai yaitu Phospin, Ethyl Formate, Methyl Bromide, atau Sulphur Flouride.

  • Fumigasi kendaraan darat, udara dan laut.

Fumigasi ini bertujuan untuk menjaga kendaraan agar terhindar hama sehingga produk yang dibawa kendaraan tersebut tetap aman dan steril dari hama. Tak hanya itu, fumigasi bisa menjaga performa kendaraan, keamanan dan kenyamanan saat berkendara. Untuk bahan fumigan jenis fumigasi ini ialah Ethyl Formate, Phospin, Methyl Bromide, dan Sulphur Flouride.

  • Fumigasi Pra Pengapalan, Eksport serta Import.

Kami juga melayani fumigasi ini, yang dilakukan ke tempat sementara pendistribusian logistic, misalnya pesawat, container, dan palka kapal laut. Adapun tujuan dari fumigasi ini ialah untuk melindungi produk yang sengaja dibawa ke lokasi pendistribusian supaya kondisinya tetap aman dan baik. Untuk bahan fumigan jenis fumigasi ini ialah Ethyl Formate, Phospin, Methyl Bromide, dan Sulphur Flouride.

Supaya masing-masing jenis fumigasi yang dilakukan bisa berjalan maksimal, pastikan alat dan bahan lengkap.

Prosedur Fumigasi Secara Umum

Fumigasi harus dilakukan berdasarkan prosedur yang ada guna memaksimalkan tujuan dan mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Adapun prosedur umum fumigasi dilakukan ialah sebagai berikut, yaitu:

  1. General Inspection

Langkah awal dalam prosedur umum fumigasi ialah melakukan general inspection. Lakukan inspeksi secara menyeluruh pada ruangan, area ataupun komoditi yang akan dilakukan fumigasi. Adapun pelaksanaan inspeksi ini berkaitan dengan pengukuran volume ruangan, struktur ruangan/area, jenis hama dan area ataupun produk komoditi yang nantinya akan difumigasi.

  1. Persiapan

Langkah kedua yaitu melakukan persiapan. Persiapan fumigasi disini menyangkut persiapan alat serta bahan. Adapun alat serta perlengkapan yang akan dipakai untuk fumigasi ialah selang/pipa distribusi, penutupan celah-celah, dan lain – lain. Untuk ruang yang akan difumigasi wajib kedap udara. Maka dari itu, jika ditemukan celah maka bisa ditutup dengan fumigation sheet / plastic / cover / lalu diisolasi supaya tidak bocor.

  1. Pemasangan Tanda Peringatan Bahaya

Langkah selanjutnya yang biasa dilakukan ialah pemasanagan tanda peringatan bahaya di sekitar ruang, area, gedung, ataupun komoditi yang difumigasi.

  1. Pelepasan Gas

Langkah selanjutnya dari prosedur umum fumigasi ialah melakukan pelepasan gas atau gassing apabila volume yang ada di dalam ruang/area/komoditi sudah diketahui serta kondisi yang ada di sekitarnya benar-benar bisa dipastikan aman. Untuk petugas wajib mengenakan alat pelindung saat melepaskan gas. Gas yang dikeluarkan jumlahnya sesuai dengan besar ruangan yang difumigasi. Petugas harus memperhatikan gas merata di setiap bagian ruang/area/komoditi. Untuk melakukan ini bisa menggunakan kipas angin sebagai bantuan.

  1. Pemeriksaan

Langkah selanjutnya ialah dengan melakukan monitoring terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran pada gas yang ada di ruang dan tempat lainnya. Usai pemerikasaan dan tidak ada kebocoran maka untuk proses fumigasi bisa petugas lanjutkan pelepasan gas yang tentunya sesuai dengan volume ruang.

  1. Pembukaan Penutup

Nah, untuk kami ini juga tak lupa melakukan prosedur selanjutnya yaitu pembukaan celah yang awalnya ditutup dengan sengaja. Misalnya pintu, lubang, dan celah lain yang ada yang bisa dibuka kembali.

  1. Checking Keamanan

Langkah selanjutnya ialah melakukan checking keamanan. Apabila gas yang dikeluarkan dianggap sudah tersirkulasi dengan udara yang ada pada ruang dan sisa gas dalam ruang telah habis, maka ruangan bisa dipergunakan lagi. Pada cheking Keamanan ini juga dilakukan inspeksi sisa kandungan gas. Untuk fumigasi yang memakai Phostoxin, maka keberadaan  sisa-sisanya harus di deaktifasi.

  1. Penerbitan Sertifikat Bebas Gas

Langkah terakhir yaitu melakukan penerbitan sertifikat bebas gas yang dikeluarkan sesudah kandungan gas yang ada di dalam ruang / area / komoditi aman.

Selain fumigasi, kami juga melayani jasa pest control secara lebih luas

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.